Padang Lawas, bidikkasusnews.com - Darwin Simatupang petani sawit di Palas menjadi bulan-bulanan sekelompok orang, kebun kelapa sawit miliknya habis dijarah, Padang Lawas (28/03/2025).
Di era reformasi dimana segala bentuk kesewenang-wenangan dan premanisme seharusnya tidak ada lagi dibumi Indonesia, lain halnya dengan Padang Lawas, sekelompok orang secara membabi buta menjarah buah kelapa sawit seorang Petani bernama Darwin Simatupang.
Darwin (62) tahun merasa usianya yang sudah tua dapat menikmati udara segar dan ketenangan bathin diusianya yang sudah senja, harapan itu pupus berubah menjad suasana suram dan menyakitkan, setelah tak sampai satu bulan setelah operasi jantung kebun miliknya malah dijarah sekelompok orang yang tidak jelas.
Saat pengacara Darwin Simatupang di Konfirmasi Hendro Surya Dermawan, ia menerangkan Darwin adalah orang yang baik dan bermasyarakat, meski ia termasuk minoritas tapi sepengetahuan saya ia sangat disukai oleh warga sekitar, dan itu bisa kita lihat kalau orang-orang yang menjarah kebun sawit milik klien saya bukan asli orang desa setempat, dan untuk hal itu saya ucapkan terimakasih banyak kepada tokoh agama, adat, tokoh muda dan pemerintah desa setempat.
Menurut Hendro ada kepentingan orang kuat dibalik peristiwa penjarahan ini, sebab menurut informasinya klien kami adalah memiliki partisipasi politik yang cukup luas, saya yakin tanpa back up yang kuat Polres Padang Lawas pasti sudah menindak tegas orang-orang yang melakukan penjarahan dikebun kelapa sawit milik klien saya, tuturnya.
Namun saat ditanya siapa orang kuat dibalik peristiwa keji yang menjarah kebun milik kliennya, Hendro menjawab untuk urusan itu rekan saya Muhammad Yani Rambe lebih menguasai, tapi sebentar lagi percayalah ini akan terbuka terang, imbuhnya.
Melalui Media saya berharap pesan saya ini sampai, marilah bapak-bapak Polisi yang terhormat hentikan kesewenang-wenangan dan premanisme dari bumi Padang Lawas ini, kasihan Pak Darwin yang lagi pesakitan kebunnya dibiarkan dijarah begitu saja, mari kita buka hati nurani kita pak Polisi, ucapnya.
(Muhammad Yusup Harahap/Muslim Nst)
Komentar